Cara tercepat menghafal menu untuk ujian sebagai waiter bukan membaca menu berulang kali, tetapi mengubahnya jadi kuis dan menguji diri sampai jawaban keluar tanpa melihat. Membaca menu terasa seperti belajar, padahal itu hanya pengenalan, bukan ingatan aktif yang diuji saat ujian menu atau saat tamu bertanya. Aplikasi pintar seperti MenuFlashcards mengubah satu foto menu jadi kartu dan kuis. Tersedia dalam akses awal di iPhone.

Ini versi “menu jadi kuis ujian” dari aplikasi untuk menghafal menu restoran dan aplikasi untuk hafal menu kafe.

Kenapa kuis mengalahkan membaca untuk ujian menu

Menguji diri lebih melekat daripada membaca karena memaksa otak mengambil jawaban, bukan sekadar mengenalinya. Itulah persis yang diminta ujian menu: kamu harus memunculkan jawaban, bukan memilihnya dari daftar yang terbuka. Sebuah tinjauan tentang efek pengujian yang diterbitkan di US National Library of Medicine menunjukkan bahwa mengambil jawaban dari ingatan jauh lebih melekat daripada membacanya lagi. Jadi mengubah menu jadi kuis bukan hanya lebih seru, tapi memang cara belajar yang benar untuk lulus ujian.

Foto menu, aplikasi ubah jadi kuis

Lupakan menulis ulang dengan tangan. Foto menunya, dan aplikasi menyusunnya jadi kartu dan kuis dalam hitungan menit, jadi waktumu untuk berlatih, bukan mengetik. Saat menu berganti atau ada menu spesial, kamu foto ulang. Untuk waiter baru, ini menghilangkan beban terberat: kamu tidak perlu menulis apa pun, langsung mengerjakan kuis dari menu sungguhan tempatmu bekerja, bukan kuis umum dari internet.

Apa yang diuji dalam ujian menu

Ujian menu biasanya menguji hal yang sama, jadi siapkan itu. Satu kartu per menu, dengan semua yang ditanyakan:

Yang diujiContoh
NamaSoto ayam
Bahan utamaAyam, kuah kunyit, soun, telur
Pendamping / penyajianDengan nasi, sambal, jeruk nipis
AlergenTelur; kerupuk mengandung udang
CatatanBisa diminta tanpa telur

Uji dirimu dari nama menu, persis seperti pertanyaan ujian datang.

Mulai dari alergen dan menu terlaris

Saat waktu sempit, urutan itu penting. Pelajari dulu alergen dan menu terlaris. Alergen seperti gluten, susu, kacang, telur, dan makanan laut adalah pertanyaan berisiko paling tinggi karena kesalahan bisa memicu reaksi serius, dan banyak restoran mengikuti standar internasional seperti daftar 14 alergen Uni Eropa dalam Regulasi 1169/2011 sebagai acuan. Menu terlaris dipesan sebagian besar meja, jadi menguasainya membuat hampir seluruh shift terkendali. Kamu tidak butuh 100 persen menu, cukup 30 persen yang tepat dulu.

Ucapkan jawaban dengan keras

Mengenali menu dalam hati berbeda dengan menjelaskannya dengan keras kepada tamu atau penguji. Dalam studi tentang efek produksi, MacLeod dan rekan menemukan bahwa kata yang dibaca dengan keras lebih diingat daripada yang dibaca dalam hati. Maka pada ronde terakhir, ucapkan jawaban dengan keras seakan tamu ada di depanmu. Kamu melatih persis apa yang kamu lakukan saat ujian dan saat shift, sehingga katanya sudah siap, bukan tergagap.

Sesi singkat dan berjarak

Jangan menghafal semua dalam satu malam. Penelitian tentang efek spacing menunjukkan bahwa jumlah latihan yang sama jauh lebih melekat jika dibagi dalam beberapa sesi singkat daripada satu blok panjang. Tiga ronde kuis sepuluh menit selama beberapa hari mengalahkan satu jam menatap menu, dan kamu bisa menyelipkan satu ronde tepat sebelum ujian.

Contoh konkret

Ambil “soto ayam”. Cara lemah: membaca deskripsinya lima kali dan berharap. Cara kuat: satu kartu dengan yang penting, yaitu ayam, kuah kunyit, soun, telur, disajikan dengan nasi dan sambal, plus alergen telur. Lalu tutup jawabannya dan ucapkan dari ingatan dengan keras sampai keluar tanpa ragu. Satu kartu, satu menu, satu jawaban pendek, diulang: begitulah cara lulus ujian menu, bukan dengan membaca daftar panjang berulang kali.

Kaitkan menu dengan denah restoran

Untuk menu yang panjang, kaitkan tiap kelompok menu dengan tempat di kepalamu. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis metode loci menemukan bahwa mengaitkan item dengan lokasi memberi peningkatan ingatan yang besar dibanding pengulangan biasa. Bayangkan berjalan menyusuri restoran: pembuka di depan, hidangan utama di tengah, minuman di bar, pencuci mulut di belakang. Saat pertanyaan ujian atau pesanan datang, kamu menyusuri rute itu dan menu muncul berurutan, jadi tidak ada bagian menu yang membuatmu kosong.

Kesalahan umum

Kesalahan paling sering adalah menghafal menu sebagai satu daftar panjang dan mengandalkan pengenalan, bukan kartu pendek dengan kuis. Kesalahan kedua adalah menunda alergen sampai akhir, padahal itu paling sering diuji dan paling berisiko. Hindari keduanya: pecah menu jadi kartu, uji dirimu dengan keras, dan jadikan alergen blok tersendiri sejak awal. Jangan pula menghafal semalaman tanpa tidur, karena dua sesi singkat dengan tidur di antaranya lebih melekat daripada satu jam menatap menu dalam keadaan lelah.

Kesimpulan

Mengubah menu jadi kuis ujian adalah cara belajar yang benar: foto menunya, biarkan aplikasi membuat kartu dan kuis, mulai dari alergen dan menu terlaris, ucapkan jawaban dengan keras, dan bagi belajar dalam sesi singkat berjarak. MenuFlashcards mengubah satu foto jadi kuis itu, jadi waktumu habis untuk berlatih, bukan menulis. Dalam akses awal: daftar dan mulai dengan set gratis begitu dibuka.